Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Selamat Datang Senja.

Izinkanku bercerita sejenak sebelum langit menjemputmu pulang. Katakan padaku, Mana yg lebih baik, meninggalkan kata-kata yg telah digenggam namun menuai kenyamanan sesaat atau mempertahankan kata-kata meskipun ada derai luka? Apakah ada yg lebih baik dari kebenaran walaupun hanya sekecil biji zarah? Lantas jika memang sebuah goresan hitam muncul di hamparan kertas putih yg luas dapat membuahkan polemik tak berkesudahan. Maka dimana letak nurani dan akal sehat tatkala proses bersaksi perjuangan keras yg tak kenal kata lelah?. Aku sesungguhnya hanya ingin memelihara hal-hal yg murni dalam hidup. Bahwa berbicara apa adanya menjadi kewajiban. Bahwa bertindak dengan keikhlasan dan penuh kehatian adalah perisai dalam menanungi kerasnya gejolak hidup. Bahkan kita perlu menohok, seberapa besar peran ilmu dan pengalaman dalam beberapa situasi. Kenapa kebenaran memilih diam di saat kebathilan berbicara lalu terlambat berbicara di saat kebathilan telah bekerja? Karena kebenaran tak perna...

Sertakan kesabaran dalam kondisi apapun.

Buya Hamka yg pernah mengalami masa-masa sulit dalam penjara tidak menaruh dendam dalam hatinya. Beliau mengenyam pahitnya hidup dengan pendidikan kesabaran, pendidikan yg ditempuhnya selama bertahun-tahun. Bahkan, orang yg berpengaruh dalam skenario licik memenjarakan beliau, meminta agar beliau menjadi imam sholat jenazah ketika meninggal. Menandakan kesabaran beliau memang mantap dan kuat. Dari sejarah emas ini kita memperoleh satu hasil kesimpulan bahwa sabar posisinya istimewa bagi siapapun dan untuk kondisi apapun. Sabar merupakan aksi nyata dari suatu kondisi sulit kemudian dialihkan menjadi kondisi mudah. Dimana kita mensinergikan alam pikiran dan ruang hati agar berirama positif. Mencoba menstimulusnya dengan asumsi,  semua akan baik-baik saja, meskipun ada pengorbanan dalam pahitnya proses. Tindakan kita pun berbeda dari rasionalitas pada umumnya. Ketika keadaan terusik lantaran gangguan dari matinya hati nurani, maka nafsu yg ingin dicurahkan bukan lagi amarah atau t...

Prinsip teguh tapi cair.

Hak kebebasan berpendapat, berkumpul dan berserikat dilindungi negara. Maka, Semua orang berhak mengutarakan pandangannya terhadap hal apapun. Selagi memang ada landasan yg jelas, juga perlu penguatan akan suatu kebenaran. Produktifitas sebuah pergerakan tidak hanya sampai pada kreatifitas dalam sebuah penjabaran konsep. Kita perlu memperhatikan semangat bersatu dalam keberagaman dan meruntuhkan segala macam bentuk diskriminasi. Apapun bentuknya, kita sepakat bahwa tidak ada tempat untuk diskriminasi. Luar biasa dampaknya dalam memecahkan persatuan dan menggoyang integritas. Dalam memaknai safari politik, sudut pojok ideologi menentukan dalam mengoper dan memenangkan momentum. Jangan biarkan perilaku yg pasif, tidak open mind dan eksklusif. Kita memang memiliki satu pemahaman yg utuh dan komprehensif. Namun, berikan jalan untuk membuka celah pada pemahaman lain datang, bersilaturahmi dan berdiskusi memanjakan pikiran menjadi cair. Membangun suatu kepercayaan yg baik dan transparan....

Tanpa Beban.

Dalam hela nafas, beban beban jenuh, menjelma menjadi bebatuan. Terhempas dan terjamah oleh arus kebahagiaan. Mereka terjerumus dalam derasnya lembah keharmonisan. Elegi malam hari memang sempurna, diiringi melodi sinar bulan yg sederhana nan syahdu. Bila duka masih mengelilingimu dengan pilu maka biarkan pelukan dari si jubah hitam menampung segala kekhawatiran, menebar ketenangan sebentar. Semoga doaku tersampaikan. Memposisikan diri sebagai petani dalam kunjungan ke ladang manapun, berupaya menanam bibit unggul, mengganti kerusakan dengan harapan baru, hasilnya biar orang lain yg merasakan. Haru dan bangga cukup dimiliki. Kebahagiaan tidak pernah datang dengan kebetulan, Ia memang dirancang. Aroma embun yg menyegarkan mata, memupuk jiwa memantapkan hati untuk berpetualang. Lalu, cerita mana lagi yang harus ku tulis? Antusias selalu hadir dalam diri. Kompilasi kenangan-kenangan berdalih menjadi sebuah buku cerita yg purna rasa dan kaya akan pengetahuan.

Judulnya apa ya?

Kenapa sulit menentukan judulnya? Bagaimana bisa kesulitan menentukan judulnya? Siapa yang tidak kesulitan menentukan judulnya? Kapan sulit menentukan judulnya? Dimana letak kesulitan untuk menentukan judulnya? Bagi saya, Membaca dan Menulis adalah kunci, kunci untuk melahirkan Literasi yg baik. Soal kreatifitas maupun inovasi, sudah menjadi tuntutan untuk menunjukkan eksistensi di era milenial. Belajar dan berkembang dalam hal kepemimpinan, berpijak pada konsistensi aktualisasi diri. Maka, Agent of Change bukan hanya sekedar slogan yg hanya diketahui namun tidak dilaksanakan. Fatal bila membangun sebuah brand yg baik, hanya sampai dengan pencitraan-pencitraan lucu. Masuk dan menusuk tajam, strategi cerdas dan memang cepat untuk menuntaskan misi-misi yg ingin dicapai. Tidak perlu basa basi, fokus dan terarah dengan jelas guna memberdayakan sumber daya yg terbatas. Jangan lupa untuk memulai segalanya dengan basmallah, menikmati proses dengan kekuatan pikiran dan ketangguhan hati,...

Zona nyamanku, Zona tidak nyaman.

Belum ada 30 menit ku menikmati kolam mimpi dengan segala ornamen harapan manisnya, angin bergemuruh, mengganggu jiwa, memaksa diri untuk cepat sadar. Tendaku runtuh seketika angin menunjukkan tajinya. Pertanda bahwa angin sedang menguji, seberapa besar kekuatanku. Hendak ku telusuri kemana arah angin datang, dampaknya nyata, namun wujudnya tak terlihat. Kali ini kita dihadapkan pada lintasan padang pasir, selayang mata memandang, jalan hanya dipenuhi oleh tanah kering nan tandus dan di beberapa sudut ku temui kaktus memanjakan tubuhnya mantap. Panorama indah untuk para petualang yang tak kenal henti berjuang. Kekebalan dari segala buruknya rasa, didapatkan dari ketangguhan diri melawan emosi. Memulai dengan kondisi sulit tentu tidaklah mudah, terlebih amunisi yang disiapkan terbatas. Pulang dengan rasa takut jelas bukan tujuan. Lebih baik pulang dengan tangan hampa namun telah menempuh perjalanan dengan gagah, dengan segenap keberanian. Soal berhasil atau tidaknya, semuanya b...

Hiduplah Asa, Purnalah Rasa.

Kali ini aku sengaja melawan dunia, menantang prediksi kalian, memberikan sinyal kuat bahwa kami akan bergerilya karena waktu masih memberi kesempatan untuk mewujudkan perubahan. Ku apresiasi atas raihan kau sebagai pemenang dalam kompetisi. Semua orang tau, kau telah mencatatkan sejarah yg baik dalam proses berkembang. Maka dari itu, kau berada dalam klasifikasi elite dalam tatanan ini. Tapi lihatlah hasil dari prosesmu, adakah yg menyentuh hingga kedalaman masalah inti? Ah, kau malah membangun budaya tidak mendidik dalam lingkungan kita. Bukankah sudah menjadi sebuah kewajiban bagi siapapun yg menabiatkan dirinya sebagai orang yg fasih untuk mewujudkan perubahan?. Kau berulang kali mengklaim bahwa kau telah matang dalam segi manapun. Tapi setelah ku lihat kondisi nyatanya, kau juga tidak menyentuh hingga kedalaman masalah inti. Mari kita sama-sama kembali pada tujuan. Jangan sampai ego kita memberangus keharmonisan. Refresh lagi, sudah sampai mana berjalan dan sudah berapa bany...

When You Try Your Best, But You Don't Succeed.

Bersyukur atas pencapain yg telah diraih dan resah atas pencapaian yg belum diraih. Hari ini beban beban semakin bertambah dan terakumulasi menjadi tekanan. Karena kemarin kau tega menyematkan gelar pemenang di Pundakku. Tapi tenang, Aku tetap tenang. Persoalan dipilih dalam sebuah tradisi, tidak selesai sampai penyempurnaan prosesi pelaksanaan saja. Ada tanggungan setelahnya, Yakni memberikan penampilan yg energik dan inovatif. Rasanya menjadi sulit ketika rentetan moment berkesan di masa lalu meronta karena kelalaian hari ini. Boleh saja ada beberapa goresan cerita yg manis, namun ia menjadi berubah rasa ketika ketidak konsistenan hadir melengkapi hari ini. Aku memahami bahwa bicara kepemimpinan adalah bicara kemampuan. Bila kemarin kita berhasil menahkodai kapal berlabuh hingga tujuan dengan baik, maka hari ini ada acuan untuk kembali mencapai hasil yg sama, walaupun trek yg dilewati jauh lebih sulit. Apakah Kegagalan dapat berdiri sendiri tanpa kepasrahan? Maka aku sela...

Jangan anggap remeh.

Sinergitas menjadi titik terang dari adanya dinamika dalam suatu perkumpulan. Silahkan saja kau tunjukkan warna merahmu, maka tanpa adanya pengaruh aku tunjukkan warna biruku. Sesuai pilihan masing-masing. Tanpa paksaan, kita berjalan berdampingan mencapai suatu tujuan. Mungkin kau anggap remeh aku, Mungkin aku anggap remeh kau. Itu terserah saja. Namun, kita harus mengamati dari berbagi sisi. Kau memang handal dalam urusan gerilya, Aku setidaknya membantu dalam rancangan strategi. Maka jika memang kita mampu bersikap bijak, kita akan mengambil sisi positifnya. Idealis atau Realistis tidak ada yg salah. Keduanya adalah prinsip. Ketika kita bicara kemenangan, singkirkan ego dan kedepankan kepentingan bersama lalu kenyam pemahaman yg baik tentang persatuan. Lihat saja pelangi, Ia terdiri dari beberapa warna, kita menikmati sebagai panorama yg indah bukan?

Berangkat dari keresahan.

Ayam-ayam berukuran kecil berlarian kesana kemari, hendak mencari udara segar dengan riang, dengan segala rasa yang sederhana. Aku menyisakan kerinduan bersama kehampaan, mereka tertunduk amat pilu. Wahai kata-kata berbarislah dengan rapi, buatlah suatu kalimat bahagia dan rangkul keresahan yang sejak tadi termenung di pojok ruang hatiku. Meleburlah, agar keharmonisan bisa ku peluk kembali. Sejatinya, Aku senantiasa menari dan tenggelam dalam melodi syahdu yang kau alirkan dengan hikmatnya. Aku benar-benar tidak mempedulikan Beban-beban yang tengah meronta meminta kesediaan pikiran untuk terikat. Hahahaha. Tawa lucuku padamu. Percayalah, Rindu yang memang dibiarkan tak pernah terjamak oleh hangatnya pelukan, akan pergi dengan sendirinya. Tapi tenang, meskipun manusia lalu lalang membiarkan, aku akan menjaga rindu sebaik-baiknya dan membantu mencapai keinginannya untuk dipinang dengan asamu. Tentu aku seperti biasanya, meluruskan pelan-pelan benang biru yang kusut karena keresa...

Solusi di meja konflikmu 2.

Tenang saja, aku akan datang menghampirimu. Hampir saja aku keliru memperhitungkan kecepatan motorku dengan kecepatan mobil yg melawan arahku. Dengan yakin, aku tetap menerobos untuk menggapai singgasanamu. Sempat terlupa, kalau aku belum menyelesaikan bagian akhir dari mimpi itu. Baiklah akan ku selesaikan dulu. Ingatkah kamu kala berkeluh kesah, aku menawarkan solusi diatas mejamu? Kali ini aku hanya ingin menyelesaikan bagian terakhirnya. Bahwa tidak ada pertolongan lain yg tidak bisa kau harapkan selain dari KuasaNya, Manusia hanya perantara saja. Itupun ketika kamu mampu memahami bahwa keabadian apapun, bahagia atau menderita, finalnya bergantung pada kita. Apakah kamu mampu menyelesaikan tugas dengan baik atau buruk, maka kembali ku hadirkan solusi. Kini terlihat sebuah duren yang ada dihadapmu, pahamilah, untuk mencapai sebuah kenikmatan buah didalamnya, kamu harus berjuang mengupas kulitnya yg berduri tajam, kamu bisa terluka olehnya, maka hadirkan kesabaran dalam prosesny...

Aku sedang membuat cerita baru.

Sepertinya pikiranku kacau, bagaimana tidak, aku memainkan satu lagu yang membuat orang bertanya, "Kok lagu ini? ga nyambung". Tapi aku enggan mempedulikan, aku tetap mengeraskan suara, membiarkan melodi gitarku tetap bercengkrama dengan suaraku. Tetapi menarik bagiku, tanyamu menandakan kamu belum mengetahui suatu hal, bahwa aku sedang merubah paradigma pikiranmu yang telah terpaku oleh budaya yang usang. Tentunya tak elok bila tetap dipertahankan dalam alam pikiranmu. Baiklah, biar ku jelaskan. Semoga kamu memahami kata-kataku dengan baik. Dunia ini sudah dipenuhi dengan jutaan cerita, setiap cerita punya bagian cerita yg menarik, memberikan khas pada cerita itu sendiri. Tanpa melihat waktu, cerita senantiasa berganti, ada yg memang dibuat-buat, ada pula yg memang sesuai fakta. Manusia memilih cerita dengan seleranya untuk dijadikan tolak ukur hidupnya. Dalam romantisme misalnya, jutaan manusia sepakat bahwa cerita Romeo Juliet adalah cerita teromantis yang pernah ada di...

Maka pastikan, Semua Rencana berjalan teratur.

Penantian yang kamu rindukan akan kamu dapatkan segera. Jangan pernah melihat aku sebatas melihat tanpa mendalami lebih jauh. Aku memang tampak seperti batu seluruhnya Tapi didalam batu itu terpendam kobaran api Dan air tak dapat melewati apiku! Jika kau hanya setitik air, jangan sampai pecah di kaki sendiri Tapi tak takut berjuang bersama laut. Jika ingin air permata, jadilah permata! Kembangkan dirimu! Bergegaslah untuk bergerak! Jadilah awan yang menyemburkan kilat Dan mencurahkan hujan berlimpah Biar samudra memohon badaimu seperti seorang pengemis Biar dia berkeluh tentang sempit tepianmu! Biar dia anggap lebih kecil dari ombak Dan melancar di kakimu sendiri. Lihatlah muara sungai di Tepi Kota. Tak pernah bergeming walaupun kamu telah berjalan dengan angkuh melewatinya.

36.

Janganlah bertekuk lutut dalam pelukan putus asa, Janganlah bersimpuh dihadapan duka. Aku bicara tentang 36. angka 1 lebih besar dari 36, karena bersama 1, rasa yang ada menjadi beragam, pikiran yang ada menjadi beragam serta kreativitas yang ada juga menjadi beragam. Bila 1 sakit, maka tidak akan menjadi 36. 1 dengan 1 dan 1 lainnya adalah berbeda tetap satu jua. 36 akan tetap menjadi 36 bila semua keberagaman menjadi 1. Hadirnya manusia dalam sebuah wadah baru adalah anugerah yg memberi warna baru, terciptanya energi positif, terbangunnya impian yg konstruktif dengan menanggalkan warna yg sudah tidak bergairah. Karena adanya 1 tujuan, maka 36 menjadi 1. karena adanya 1 asa, maka 36 menjadi 1. karena adanya 1 transformasi, maka 36 menjadi 1. Bila suatu hari, putus asa dan duka menggoda keruntuhan bangunan kita, sediakan totalitas dan kesabaran. Yakin saja, bahwa 1 masalah tidak akan mengubah 36 yang telah menjadi 1. Demikian pada penutup cerita, kesan indah akan menggenapi kenan...

Solusi di meja konflikmu.

Kenalkan, Aku adalah penyebab kegelisahan yang kini sedang meronta-ronta di jiwamu. Sejak tadi, aku asyik mengalirkan tekanan dalam skeptis yg tengah kau analisa, tidak semua hipotesamu berhasil kan? Bagaimana mungkin, bila asumsi kebenaran lagi-lagi sepenuhnya kau akui. Sedikitpun tidak, untuk tenggelam bersama asa-asa yg sengaja dibiarkan terpendam di dasar jiwamu. mungkin hanya penumpahan penyesalan saja acapkali melihat kembali jejak-jejak usangmu. Figura yang kini kau genggam, tidak terdengar lagi suaranya. Lukisan didalamnya sudah tidak bernyawa, maka nyali untuk menentang kebiadaban hilang. Pantas, kau membiarkan hati nurani terpenjara oleh Makhluk buas yg haus akan kebutuhan sesaat, ya sesaat, padahal kau tau nantinya kan berujung sia-sia. Pernah ku tegaskan, cukupkan memberi asupan pada jiwa dengan kebohongan dan kebodohan, lautan hatimu yang bening menjadi keruh karenanya. Apakah kau tidak ingin membujuk akal sehat untuk bergerak? Karena sejak tadi ia berdiam diri menunggu ...

Menemukan makna cinta dari sosok senja.

Pagi menjadi mesra tatkala butiran embun jatuh kepelukan dedaunan. Siang menjadi gairah tatkala terik sinar matahari menghangatkan tubuh bumi. Sedangkan Malam, Ia menjadi candu tatkala bulan bersama bintang menjadi ornamen indah dalam rangkulan erat awan hitam. Bagaimana dengan senja? Senja rupanya malu-malu menampakkan dirinya, padahal jutaan manusia menantinya sejak pagi, ah bahkan kerap kali pagi dan siang tidak dipedulikan. Tampilah Senja dengan malu, ia meliak liuk menari dibawah pijakan awan, cahaya jingganya memantulkan keteguhan hati, Menghibur bumi yang tak pernah lelah bekerja melayani manusia. Menghibur manusia yang senantiasa berusaha bertahan hidup. Terselip doa-doa atas wujud syukur yang termaktub mengetuk pintu langit. Senja yang sudah ditunggu sejak lama hanya memberikan pertemuan singkat dengan balutan senyum manisnya yang mengundang decak kagum ucapkan pamit dengan lembut mempersilahkan malam hadir, lagi-lagi bumi dan manusia harus dibuat rindu akan pesonanya, kemb...

Apa itu penerimaan ketetapan?

Harmonis, buah dari penerimaan ketetapan. Ketidakberpihakan keadilan yg kita rasakan hari ini, apakah memang sesungguhnya tidak adil? Atau hanya asumsi kita semata lantaran emosi yg sulit dibendung? Tuhan mengajarkan, segala kenikmatan yg diberikan bila kita mensyukurinya dengan baik & ikhlas maka kenikmatan tersebut akan bertambah. Bahkan kita sudah berada dalam pemahaman bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan bukan?. Bantulah diri sendiri untuk menelaah dan menemukan makna dari penerimaan, belajar untuk memakan buah pahit bernama kekecewaan. Dan kita cukup memandang masa lalu sebagai acuan dan motivasi untuk merubah masa depan yg cerah, bukan hanya asumsi kita tapi juga asumsi orang banyak. Sedikit tertawakan pada bunyi-bunyian yg merusak hati, ah buat apa kita mengiyakan penilaian orang yg hanya menilai kita secara radikal, hanya melihat dari kasat mata saja. Jadi, mari kita wujudkan lagi mimpi yg sempat terenggut oleh ketidakmampuan kita sendiri menerima ketetapan.

Manakala Syair bicara tentang hidup.

Kita berpikir, kita merasakan, kita menikmati, kita menerima segala kekhawatiran dan ketakutan kita. Kita pun menikmati segala kebahagian dan kegembiraan kita. tak ada yang salah dengan hidup ini, semua tergantung dari bagaimana kita hidup, bagaimana kita menghadapinya dan menerima hidup kita, tak ada sesuatu yang sia-sia di muka bumi ini. tak ada sesuatu yang terjadi tanpa ada gunanya, bahkan musibah dan ketidak beruntungan kita sekalipun. Kita coba belajar untuk menerima semua hal apa adanya. seperti burung-burung yang bernyanyi di kala duka. seperti bintang-bintang yang bersinar di malam kelam, kita ada dan tak mungkin kita hapus lagi. Dan saat kita berpikir bahwa hidup kita rumit menyadari bahwa sesungguhnya kerumitan itu hanya ada dalam pikiran kita saja. Hanya ada dalam apa yang kita coba raih namun sering tak terjangkau dalam apa yang kita inginkan namun tak terwujud. Kita hidup dalam kebersamaan dengan dunia dan itu menandakan keberadaan kita sendiri. Dan jika musibah terjad...

Tumpahkan Individualisme, Tuangkan Pluralisme.

Gonna Start A Revolution From My Bed. Pundakmu pastikan kuat menanggung beban-beban kehidupan, Tulang Punggungmu pastikan kuat untuk menjajaki perjuangan hidup. Dan pastikan perjalanan kita setidaknya menebarkan manfaat bagi sesama. Bicara Kemaslahatan, Apakah sejauh ini sudah ada kontribusi nyata? Ataukah kita masih berputar-putar dalam keegoisan? Ada keinginan memperkaya diri, ada kemauan menguasai jabatan dan masih ada hasrat menjamak syahwat. Sesempit itukah segmentasi kita? Bukankah Mencapai Sebuah Tujuan dengan bersama terasa amat nikmat? Bahagia Aku, Bahagia Kamu dan Bahagia Kalian bersatu padu, membentuk garis-garis warna warni. Indah nian bukan? Pahamilah, bahwa satu buah lidi tidak akan mampu membersihkan sampah-sampah yg berserakan, tetapi bila lidi-lidi dikumpulkan menjadi satu, pekerjaan terasa mudah. Dan kita berada dalam satu wadah, Bila ada satu rasa berlebihan, tidaklah nikmat sajian hidangannya. Maka, peleburan rasa perlu dilakukan, agar Maksudku, Maksudmu dan ma...

Kedatangan yang Dirindukan, Membawa Pesan Kebahagiaan.

Hujan datang tanpa permisi, sepatah katapun tiada terucap. Perjalanan beberapa orang terhenti sementara, Baju mereka basah. Mereka mengalihkan pandangan sepenuhnya pada Hujan. Tidak terlihat Raut Wajah yang ceria, Senyum pun tidak. Malah aku yg sudah lama berlindung diatas belas kasih tumpukan genteng terpaksa disibukkan dengan Keluhan-keluhan yg mengalir deras dari mulut mereka. Siapa Peduli? Hujan tetap berdatangan, Semakin banyak saja jumlahnya. Dengan Santun, Hujan menyapa penuh hangat pada Alang-Alang dan rerumputan yang kering, terlihat ceria kembali. Aspal yang melintang panjang pun ikut ceria. Mereka amat bersyukur atas kedatangan Hujan, Kedatangan yg dirindukan, membawa pesan kebahagiaan. Selang beberapa waktu kemudian, Hujan Pamit. Orang-orang sekelilingku terlihat Ceria, Maka bergegaslah mereka melanjutkan perjalanan. Mereka memacu kendaraan dengan kecepatan penuh, Siapa Peduli? Satu-dua diantara mereka tersungkur ditengah perjalanan. Satu-dua yg lain terlihat panik, namun...

Hakikat Masalah

Berikan Aku Masalah, Maka Aku Akan Tertawa. Aku sedang asyik tertawa, Kenapa kau masih saja bersedih? Coba lihat daun di pohon yg sudah menua, Tidak enak sekali rupanya untuk dipandang, ingin rasanya kau petik bukan? Lalu kau singkirkan agar tidak mengganggu keindahan daun-daun hijau yg tengah berseri disekitarnya. Aku ingin tertawa pada Bumi, Bumi ini tidak pernah berhenti berputar walaupun milyaran manusia menginjak-injak tubuhnya, Karena Bumi sudah paham, Tuhan punya skenario ciamik untuknya. Aku juga ingin tertawa melihat Ayam. Ayam yang sering kita santap di meja makan, rasanya nikmat bukan? Namun kita sesungguhnya sudah kejam, merelakan kehidupan Si Ayam terenggut hanya untuk memenuhi nafsu kita belaka? Lantas untuk apa kita meronta-ronta, termehek-mehek, terpaku, tersungkur dan Ter-lainnya yg mengganggu ketentraman hati? Apakah hanya karena sebuah masalah, lalu kita melupakan betapa nikmatnya nafas yg masih kita hirup dengan sebebas-bebasnya? Hey, bahkan kita masih bisa men...

Membumikan Bahasa Langit

Iqra, Iqra, Iqra. Bacalah, Bacalah, Bacalah seluruh tanda-tanda alam beserta isinya. Sekaliber The Messenger pun sulit mengucapkannya, karena memang Maknanya mendalam. Dimensi antara Bumi dan Langit berbeda, maka kita harusnya tak perlu heran, Seorang Nabi mampu menempuh perjalanan dari Bumi ke atas Langit dalam waktu semalam. Perjalanan mulia, yang mempengaruhi Kehidupan Manusia pada masa itu dan masa berikutnya. Sang Pemilik Pesan menitipkan pesan untuk Seluruh Manusia bahwa Tujuan Hidup adalah Ibadah, Hidup sifatnya semu. Maka The Messenger menerima dan menyampaikan, Dari Hati ke Hati, Dari sembunyi-sembunyi sampai berterus-terang. Ya Tentunya dengan segenap pengorbanannya, Diludahi, Dicemooh, Dihina. Namun apakah semangatnya surut? Tentu tidak. Mengingat Pesan yg begitu penting untuk disampaikan. Bertahun-tahun setelahnya, Manusia tetap hidup, semakin lama semakin banyak jumlahnya.  Pesan dari Sang Pemberi Pesan tersimpan rapih dalam tulisan diatas kertas. Pesan yg berisika...

Ketulusan

Bekerja dengan Ketulusan Hati. Setelah Kesulitan, Maka munculah kemudahan. Memang siklus hidup demikian, Sudah tetap, Jangan ada keraguan. Pada luka yg tergores, Biarlah menjadi Saksi, Bahwa proses mencapai sebuah tujuan memang nikmat, Bahkan hingga terasa mudah untuk menyerahkan semua amunisi yg dimiliki. Tapi tenang saja, Tak perlu khawatir, karena Senjata utama terjaga, Ia bernama Ketulusan. Dan Kita pahami bersama, Bersusah Payah adalah Lintasan Tanah tandus yg berderet mengiringi langkah kaki kita untuk menemukan Sungai Kebahagiaan. Lalu Kita persilahkan Orang-orang menghampiri, Berbagi Kebahagiaan.

Memeluk Erat Masa Lalu

Pernah bukan, Kita mengajak waktu untuk menyelami histori hidup, menyentuh momen-momen di masa lalu? Terlepas dari Rasa, Hadirkan saja Pemahaman tentang Segala Sesuatu yang kita tanam tempo lalu maka akan kita dapat hasilnya kemudian. Tidak Peduli seberapa Pahit atau Manis Masa Lalu Kita, Percayakan saja pada Sang Skenario Terbaik Sepanjang Masa, bahwa Masa-masa berikutnya, Orang-orang akan terlibat dengan Sengaja atau Tidak sengaja untuk menikmati sisa masa-masa hidup kita. Maka perlu sempatkan diri untuk senantiasa mewujudkan Syukur dengan sertakan Hati dan Pikiran yang baik. Bahwa Memang Masa Lalu tidak perlu dilupakan, meskipun itu pahit, karena Masa Lalu adalah Sebab, Sebab atas Kesuksesan Kita Hari ini ataupun Sebab atas Kegagalan Kita Hari ini. Dan Sesungguhnya Pemeran Utama dalam Skenario Hidup yang kita alami adalah Diri Sendiri bukan Orang Lain. Kebahagiaan pun datangnya dari Diri Sendiri bukan Orang Lain.

Anti Pencitraan

Singkirkan dulu Secangkir Kopimu, Mari Kita berbincang sebentar mengenai Problematika Anak Muda Jaman Sekarang. Bahwa Soal Edit Mengedit Foto adalah Skill yang tiada duanya. Bahwa Soal Edit Mengedit Alis adalah Skill yang tiada tara. Bahwa Soal Edit Mengedit Postur Tubuh adalah Skill yang memang mumpuni. Ah, kenapa kita meribetkan diri kita sendiri sih? Haha. Dunia ini sudah dipenuhi Pencitraan-Pencitraan yang mungkin membuat Bumi muak. Beda Ceritanya dengan Edit Mengedit Senyum, Tatkala Hati sedang dirundung sedih, Lalu kamu mengedit Bibir yang manyun menjadi senyum, Siapa yg tidak luluh?. Jadi, Kalo kita berani tampil beda, maka tampil dengan apa adanya kita, Kesederhanaan merupakan Rupa yang paling menawan untuk dinikmati. Aku pun akan mencintaimu dengan segenap hatiku bila Kau Percaya dengan dirimu sendiri, tanpa adanya edit-mengedit yg meninggalkan Identitas Asli dirimu sendiri.

Refleksi diri

Jangan cuma Interupsi, Tapi juga Aksi! Katanya Wakil Rakyat dengan Rumah yg mewah engga ada kerjanya, Cuma bisa meres duit Rakyat. Katanya sih Pemimpin Rakyat yg memakai dasi dengan balutan peci di kepalanya cuma bisa retorika dengan gaya yg sederhana. Ya, Kenyang deh jadinya kalau kita isi Otak dengan "Katanya-Katanya" tanpa adanya landasan yg fundamental. Kita Tengok TV, ramai berita tentang Isu Korupsi yg menimpa Wakil Rakyat, Maka Panaslah Hati kita lalu kita keluarkan statement-statement "Kebencian" yg terpampang di Medsos kita, Sebagai bukti kepedulian terhadap Bangsa. Namun Apakah kita sendiri sudah memelihara kejujuran dan nilai-nilai luhur lainnya? Kebencian akan beberapa Oknum berbuah paradigma negatif terhadap Satu Institusi. Ada yg meluapkan semburan kebencian, namun ada yg tetap mempertahankan sepucuk kepercayaan. Terbentuklah Blok-blok. Blok keyakinan, Meyakini kebenaran seutuhnya hanya ada di Satu Pihak, Meyakini dengan buta. Racun Bangsa ini ter...

Peringatan Kemerdekaan

Indonesia adalah Haru. Dari segenap keresahan pejuang-pejuang kemerdekaan, merahnya darah keberanian senantiasa mengalir deras menggerakkan tekad, tekad untuk meninggalkan penindasan. Beserta putihnya kesucian niat untuk kemaslahatan bersama. Pejuang-pejuang kemerdekaan adalah satu tubuh. Satu sakit maka sakitlah semua, Luka bukan lagi persoalan bila hak mencapai kemerdekaan adalah tujuan. Darat, Laut dan Udara telah menjadi saksi hidup bahwa Pejuang-pejuang kemerdekaan tidak mengenal kata gentar menghadapi tantangan yg membahayakan nyawa mereka sekalipun. Tak apalah mati, karena mati pun mati mulia, akan dikenang selalu oleh anak-anak bangsa penerus perjuangan mereka. Lalu anak-anak bangsa setelahnya, ketika menginjak tanah dan menyelami air, mereka memahami bahwa dibalik kenikmatan Tanah Air yg subur, terdapat Kumpulan Kisah Manis dan Pahitnya Pejuang-pejuang memperjuangkan kemerdekaan. Indonesia adalah Haru. Bagaimanapun menerjemahkan pengorbanan, Indonesia adalah Tempat untuk m...

Makna Sebuah Perjalanan

Makna Sebuah Perjalanan Lemparkan Batu ke Pohon, lalu Pohon membalas dengan menurunkan Buah. Keindahan memiliki makna yang beragam, dengan penetapan standar yg disesuaikan dengan keinginan. Begitupun Kebebasan, Orang-orang memaknainya dengan beragam. Bagi Sebagian orang, Kebebasan tidak perlu dielaborasikan dengan agama. Namun, bagi sebagian lain, Kebebasan perlu batasan, batas kewajaran. Perjalananmu, Perjalanan kalian dan perjalananku tentunya juga beragam. Kamu mati-matian mengejar pesona dunia, Kalian mati-matian mengejar pesona selain dunia. Aku? Aku dengan segala keterbatasanku, adalah perbekalan utama untuk mengarungi gegap gempita kehidupan ini. Jika keindahan menebar benih-benih kebaikan dan kebebasan memungut kotoran-kotoran keburukan tak kamu dan kalian lakukan, Tak akan mempengaruhiku, Aku tetap melakukannya bersama cinta. Aku tetap menikmati perjalananku, setia hingga akhir perjalanan. Kamu bahagia atau kalian sedih tak akan mempengaruhi keindahan kemilau sunset dan ...