Selamat Datang Senja.
Izinkanku bercerita sejenak sebelum langit menjemputmu pulang. Katakan padaku, Mana yg lebih baik, meninggalkan kata-kata yg telah digenggam namun menuai kenyamanan sesaat atau mempertahankan kata-kata meskipun ada derai luka? Apakah ada yg lebih baik dari kebenaran walaupun hanya sekecil biji zarah? Lantas jika memang sebuah goresan hitam muncul di hamparan kertas putih yg luas dapat membuahkan polemik tak berkesudahan. Maka dimana letak nurani dan akal sehat tatkala proses bersaksi perjuangan keras yg tak kenal kata lelah?. Aku sesungguhnya hanya ingin memelihara hal-hal yg murni dalam hidup. Bahwa berbicara apa adanya menjadi kewajiban. Bahwa bertindak dengan keikhlasan dan penuh kehatian adalah perisai dalam menanungi kerasnya gejolak hidup. Bahkan kita perlu menohok, seberapa besar peran ilmu dan pengalaman dalam beberapa situasi. Kenapa kebenaran memilih diam di saat kebathilan berbicara lalu terlambat berbicara di saat kebathilan telah bekerja? Karena kebenaran tak perna...