Aku sedang membuat cerita baru.

Sepertinya pikiranku kacau, bagaimana tidak, aku memainkan satu lagu yang membuat orang bertanya, "Kok lagu ini? ga nyambung". Tapi aku enggan mempedulikan, aku tetap mengeraskan suara, membiarkan melodi gitarku tetap bercengkrama dengan suaraku. Tetapi menarik bagiku, tanyamu menandakan kamu belum mengetahui suatu hal, bahwa aku sedang merubah paradigma pikiranmu yang telah terpaku oleh budaya yang usang. Tentunya tak elok bila tetap dipertahankan dalam alam pikiranmu.
Baiklah, biar ku jelaskan. Semoga kamu memahami kata-kataku dengan baik.
Dunia ini sudah dipenuhi dengan jutaan cerita, setiap cerita punya bagian cerita yg menarik, memberikan khas pada cerita itu sendiri. Tanpa melihat waktu, cerita senantiasa berganti, ada yg memang dibuat-buat, ada pula yg memang sesuai fakta.
Manusia memilih cerita dengan seleranya untuk dijadikan tolak ukur hidupnya. Dalam romantisme misalnya, jutaan manusia sepakat bahwa cerita Romeo Juliet adalah cerita teromantis yang pernah ada di dunia. Maka manusia berlomba-lomba untuk mengkreasikan cerita semirip mungkin, bahkan ada yg mencoba untuk mengalahkan romantisme cerita Romeo Juliet. Apa masalahnya? Masalahnya adalah, ketika kita mencoba menyerupai cerita tersebut, terdapat hal-hal yg mungkin memaksakan diri sendiri, memaksa diri keluar dari identitas diri, karakter yang sudah menjadi khas juga kelak dikorbankan.
Maka aku mengusulkan ide solutif, agar kita semua membuat cerita baru, cerita yang memang apa adanya kita, tunjukkan apa yang menjadi ciri khas diri, semoga saja bisa menginspirasi banyak orang berbuat kebaikan. Untuk motivasi menggapai mimpi cukup dengan keyakinan diri, bahwa sesulit apapun kita menapaki hidup, percayalah bahwa cerita kita akan memiliki makna, setidaknya untuk lingkungan sekitar.
Tak perlu pedulikan ejekan manusia yang menganggap cerita kita tidak relevan untuk diceritakan. Toh penilaian setiap manusia berbeda-beda. Selagi itu baik, lanjutkan.
Maka aku sengaja munculkan cerita tentang perjuangan pejuang kemerdekaan yang tidak bertepatan pada 17 Agustus. Karena bagiku, memaknai cerita perjuangan mereka harus diresapi setiap hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siasat Reformasi Sistem Pendidikan Berkarakter.

Selamat Datang Senja.

Sertakan kesabaran dalam kondisi apapun.