Solusi di meja konflikmu.
Kenalkan, Aku adalah penyebab kegelisahan yang kini sedang meronta-ronta di jiwamu. Sejak tadi, aku asyik mengalirkan tekanan dalam skeptis yg tengah kau analisa, tidak semua hipotesamu berhasil kan? Bagaimana mungkin, bila asumsi kebenaran lagi-lagi sepenuhnya kau akui. Sedikitpun tidak, untuk tenggelam bersama asa-asa yg sengaja dibiarkan terpendam di dasar jiwamu. mungkin hanya penumpahan penyesalan saja acapkali melihat kembali jejak-jejak usangmu.
Figura yang kini kau genggam, tidak terdengar lagi suaranya. Lukisan didalamnya sudah tidak bernyawa, maka nyali untuk menentang kebiadaban hilang. Pantas, kau membiarkan hati nurani terpenjara oleh Makhluk buas yg haus akan kebutuhan sesaat, ya sesaat, padahal kau tau nantinya kan berujung sia-sia.
Pernah ku tegaskan, cukupkan memberi asupan pada jiwa dengan kebohongan dan kebodohan, lautan hatimu yang bening menjadi keruh karenanya. Apakah kau tidak ingin membujuk akal sehat untuk bergerak? Karena sejak tadi ia berdiam diri menunggu perintah.
Ketakutan dan kekhawatiranmu semakin membesar saja. Hahaha. Kau sebenarnya memahami tidak, bahwa aku yg membuat konflik ini sudah menyiapkan solusi.
Solusi berupa nutrisi keilmuan dan keimanan ku sajikan, terpampang menggoda di depan matamu. Namun sayangnya, kau sama sekali tidak menggubris. Kau justru lebih tertarik pada kebodohan dan kebohongan.
Kuncinya terdapat di dalam hati, kau cari sendiri.
Figura yang kini kau genggam, tidak terdengar lagi suaranya. Lukisan didalamnya sudah tidak bernyawa, maka nyali untuk menentang kebiadaban hilang. Pantas, kau membiarkan hati nurani terpenjara oleh Makhluk buas yg haus akan kebutuhan sesaat, ya sesaat, padahal kau tau nantinya kan berujung sia-sia.
Pernah ku tegaskan, cukupkan memberi asupan pada jiwa dengan kebohongan dan kebodohan, lautan hatimu yang bening menjadi keruh karenanya. Apakah kau tidak ingin membujuk akal sehat untuk bergerak? Karena sejak tadi ia berdiam diri menunggu perintah.
Ketakutan dan kekhawatiranmu semakin membesar saja. Hahaha. Kau sebenarnya memahami tidak, bahwa aku yg membuat konflik ini sudah menyiapkan solusi.
Solusi berupa nutrisi keilmuan dan keimanan ku sajikan, terpampang menggoda di depan matamu. Namun sayangnya, kau sama sekali tidak menggubris. Kau justru lebih tertarik pada kebodohan dan kebohongan.
Kuncinya terdapat di dalam hati, kau cari sendiri.
Komentar
Posting Komentar