Kedatangan yang Dirindukan, Membawa Pesan Kebahagiaan.
Hujan datang tanpa permisi, sepatah katapun tiada terucap. Perjalanan beberapa orang terhenti sementara, Baju mereka basah. Mereka mengalihkan pandangan sepenuhnya pada Hujan. Tidak terlihat Raut Wajah yang ceria, Senyum pun tidak. Malah aku yg sudah lama berlindung diatas belas kasih tumpukan genteng terpaksa disibukkan dengan Keluhan-keluhan yg mengalir deras dari mulut mereka.
Siapa Peduli? Hujan tetap berdatangan, Semakin banyak saja jumlahnya. Dengan Santun, Hujan menyapa penuh hangat pada Alang-Alang dan rerumputan yang kering, terlihat ceria kembali. Aspal yang melintang panjang pun ikut ceria. Mereka amat bersyukur atas kedatangan Hujan, Kedatangan yg dirindukan, membawa pesan kebahagiaan.
Selang beberapa waktu kemudian, Hujan Pamit. Orang-orang sekelilingku terlihat Ceria, Maka bergegaslah mereka melanjutkan perjalanan. Mereka memacu kendaraan dengan kecepatan penuh, Siapa Peduli? Satu-dua diantara mereka tersungkur ditengah perjalanan. Satu-dua yg lain terlihat panik, namun tak dapat membendung luka. Darah mengalir deras pada lintangan aspal. Mereka tidak ada yg menduga, Perjalanan mereka telah terhenti selamanya.
Esoknya, Hujan kembali datang, Dengan Santun, Hujan menyapu darah yg membekas pada lintangan aspal. Orang-orang di sekelilingku mengalihkan pandangan sepenuhnya pada Hujan. Terlihat Raut Wajah yang Ceria, Senyum sumringah. Malah Aku yg sudah lama berlindung diatas belas kasih tumpukan genteng terpaksa disibukkan dengan Pujian-pujian yg mengalir deras dari mulut mereka.
Panen tiba, Manusia bersemangat melanjutkan hidupnya. Mereka amat bersyukur atas kedatangan Hujan, Kedatangan yg dirindukan, membawa pesan kebahagiaan.
Lalu dengan gagah, Pelangi menampakkan dirinya, mengapresiasi kinerja Hujan.
Siapa Peduli? Hujan tetap berdatangan, Semakin banyak saja jumlahnya. Dengan Santun, Hujan menyapa penuh hangat pada Alang-Alang dan rerumputan yang kering, terlihat ceria kembali. Aspal yang melintang panjang pun ikut ceria. Mereka amat bersyukur atas kedatangan Hujan, Kedatangan yg dirindukan, membawa pesan kebahagiaan.
Selang beberapa waktu kemudian, Hujan Pamit. Orang-orang sekelilingku terlihat Ceria, Maka bergegaslah mereka melanjutkan perjalanan. Mereka memacu kendaraan dengan kecepatan penuh, Siapa Peduli? Satu-dua diantara mereka tersungkur ditengah perjalanan. Satu-dua yg lain terlihat panik, namun tak dapat membendung luka. Darah mengalir deras pada lintangan aspal. Mereka tidak ada yg menduga, Perjalanan mereka telah terhenti selamanya.
Esoknya, Hujan kembali datang, Dengan Santun, Hujan menyapu darah yg membekas pada lintangan aspal. Orang-orang di sekelilingku mengalihkan pandangan sepenuhnya pada Hujan. Terlihat Raut Wajah yang Ceria, Senyum sumringah. Malah Aku yg sudah lama berlindung diatas belas kasih tumpukan genteng terpaksa disibukkan dengan Pujian-pujian yg mengalir deras dari mulut mereka.
Panen tiba, Manusia bersemangat melanjutkan hidupnya. Mereka amat bersyukur atas kedatangan Hujan, Kedatangan yg dirindukan, membawa pesan kebahagiaan.
Lalu dengan gagah, Pelangi menampakkan dirinya, mengapresiasi kinerja Hujan.
Komentar
Posting Komentar