Solusi di meja konflikmu 2.
Tenang saja, aku akan datang menghampirimu.
Hampir saja aku keliru memperhitungkan kecepatan motorku dengan kecepatan mobil yg melawan arahku. Dengan yakin, aku tetap menerobos untuk menggapai singgasanamu.
Sempat terlupa, kalau aku belum menyelesaikan bagian akhir dari mimpi itu. Baiklah akan ku selesaikan dulu.
Ingatkah kamu kala berkeluh kesah, aku menawarkan solusi diatas mejamu? Kali ini aku hanya ingin menyelesaikan bagian terakhirnya. Bahwa tidak ada pertolongan lain yg tidak bisa kau harapkan selain dari KuasaNya, Manusia hanya perantara saja. Itupun ketika kamu mampu memahami bahwa keabadian apapun, bahagia atau menderita, finalnya bergantung pada kita. Apakah kamu mampu menyelesaikan tugas dengan baik atau buruk, maka kembali ku hadirkan solusi. Kini terlihat sebuah duren yang ada dihadapmu, pahamilah, untuk mencapai sebuah kenikmatan buah didalamnya, kamu harus berjuang mengupas kulitnya yg berduri tajam, kamu bisa terluka olehnya, maka hadirkan kesabaran dalam prosesnya, agar kamu mampu mencapai kenikmatan didalamnya.
Waktuku tidak banyak, karena masih banyak pekerjaan yg harus ditunaikan. Meskipun banyak manusia mencibir. Setidaknya, Aku bekerja dengan sepenuh hati, dan tetap berpegang pada prinsip.
Maka pada malam ini, aku dengan yakin mendatangi singgasanamu.
Hampir saja aku keliru memperhitungkan kecepatan motorku dengan kecepatan mobil yg melawan arahku. Dengan yakin, aku tetap menerobos untuk menggapai singgasanamu.
Sempat terlupa, kalau aku belum menyelesaikan bagian akhir dari mimpi itu. Baiklah akan ku selesaikan dulu.
Ingatkah kamu kala berkeluh kesah, aku menawarkan solusi diatas mejamu? Kali ini aku hanya ingin menyelesaikan bagian terakhirnya. Bahwa tidak ada pertolongan lain yg tidak bisa kau harapkan selain dari KuasaNya, Manusia hanya perantara saja. Itupun ketika kamu mampu memahami bahwa keabadian apapun, bahagia atau menderita, finalnya bergantung pada kita. Apakah kamu mampu menyelesaikan tugas dengan baik atau buruk, maka kembali ku hadirkan solusi. Kini terlihat sebuah duren yang ada dihadapmu, pahamilah, untuk mencapai sebuah kenikmatan buah didalamnya, kamu harus berjuang mengupas kulitnya yg berduri tajam, kamu bisa terluka olehnya, maka hadirkan kesabaran dalam prosesnya, agar kamu mampu mencapai kenikmatan didalamnya.
Waktuku tidak banyak, karena masih banyak pekerjaan yg harus ditunaikan. Meskipun banyak manusia mencibir. Setidaknya, Aku bekerja dengan sepenuh hati, dan tetap berpegang pada prinsip.
Maka pada malam ini, aku dengan yakin mendatangi singgasanamu.
Komentar
Posting Komentar