Manakala Syair bicara tentang hidup.

Kita berpikir, kita merasakan, kita menikmati, kita menerima segala kekhawatiran dan ketakutan kita.
Kita pun menikmati segala kebahagian dan kegembiraan kita. tak ada yang salah dengan hidup ini, semua tergantung dari bagaimana kita hidup, bagaimana kita menghadapinya dan menerima hidup kita, tak ada sesuatu yang sia-sia di muka bumi ini. tak ada sesuatu yang terjadi tanpa ada gunanya, bahkan musibah dan ketidak beruntungan kita sekalipun. Kita coba belajar untuk menerima semua hal apa adanya. seperti burung-burung yang bernyanyi di kala duka. seperti bintang-bintang yang bersinar di malam kelam, kita ada dan tak mungkin kita hapus lagi.

Dan saat kita berpikir bahwa hidup kita rumit menyadari bahwa sesungguhnya kerumitan itu hanya ada dalam pikiran kita saja. Hanya ada dalam apa yang kita coba raih namun sering tak terjangkau dalam apa yang kita inginkan namun tak terwujud. Kita hidup dalam kebersamaan dengan dunia dan itu menandakan keberadaan kita sendiri. Dan jika musibah terjadi, bahkan jika kita harus mengetahui keterbatasan waktu kita sendiri, tak tahukah kita bahwa memang kita semua memiliki keterbatasan yang sama.
Maka, Kita upayakan untuk mengisi kehidupan ini, kita berjuang untuk mencapai yang kita inginkan, tanpa kehilangan kesadaran pada kelemahan kita sendiri, Ya, kita hanyalah setitik debu di keluasan alam semesta ini. Kita hanya senoktah riwayat di panjang masa yang demikian tak terbatas. Tetapi sekarang, saat ini kita adalah pusat dari kehidupan dunia kita sendiri. kita memiliki pikiran dan perasaan yang nyata, ada dan pasti. sama seperti alam raya. Kita adalah secuil atom. tetapi karena kita ada, maka keindahan bisa kita rasakan dengan seluruh indrawi kita.

Fokuslah pada pengembangan diri, perbaiki diri setiap harinya dari pesan-pesan di masa lalu.
Aksara Hati - Aksara Hidup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siasat Reformasi Sistem Pendidikan Berkarakter.

Selamat Datang Senja.

Sertakan kesabaran dalam kondisi apapun.