Sertakan kesabaran dalam kondisi apapun.

Buya Hamka yg pernah mengalami masa-masa sulit dalam penjara tidak menaruh dendam dalam hatinya. Beliau mengenyam pahitnya hidup dengan pendidikan kesabaran, pendidikan yg ditempuhnya selama bertahun-tahun. Bahkan, orang yg berpengaruh dalam skenario licik memenjarakan beliau, meminta agar beliau menjadi imam sholat jenazah ketika meninggal.
Menandakan kesabaran beliau memang mantap dan kuat.
Dari sejarah emas ini kita memperoleh satu hasil kesimpulan bahwa sabar posisinya istimewa bagi siapapun dan untuk kondisi apapun.
Sabar merupakan aksi nyata dari suatu kondisi sulit kemudian dialihkan menjadi kondisi mudah. Dimana kita mensinergikan alam pikiran dan ruang hati agar berirama positif. Mencoba menstimulusnya dengan asumsi,  semua akan baik-baik saja, meskipun ada pengorbanan dalam pahitnya proses.
Tindakan kita pun berbeda dari rasionalitas pada umumnya. Ketika keadaan terusik lantaran gangguan dari matinya hati nurani, maka nafsu yg ingin dicurahkan bukan lagi amarah atau tindakan-tindakan lain yg merugikan. Melainkan, mencurahkan segala amunisi berupa pikiran positif, hati yg bersih dan kemurnian jiwa.
Jadilah pelopor, pelopor yg akan membuat orang-orang termotivasi dalam kondisi yg sulit.
Bukankah Nabi Muhammad adalah sebaik2nya teladan kehidupan?.
Tidak apa bila profit di dunia tidak kita peroleh, percayalah investasi akhirat tidak ternilai harganya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siasat Reformasi Sistem Pendidikan Berkarakter.

Prinsip teguh tapi cair.

Tanpa Beban.