Refleksi diri

Jangan cuma Interupsi, Tapi juga Aksi!
Katanya Wakil Rakyat dengan Rumah yg mewah engga ada kerjanya, Cuma bisa meres duit Rakyat. Katanya sih Pemimpin Rakyat yg memakai dasi dengan balutan peci di kepalanya cuma bisa retorika dengan gaya yg sederhana.
Ya, Kenyang deh jadinya kalau kita isi Otak dengan "Katanya-Katanya" tanpa adanya landasan yg fundamental.
Kita Tengok TV, ramai berita tentang Isu Korupsi yg menimpa Wakil Rakyat, Maka Panaslah Hati kita lalu kita keluarkan statement-statement "Kebencian" yg terpampang di Medsos kita, Sebagai bukti kepedulian terhadap Bangsa. Namun Apakah kita sendiri sudah memelihara kejujuran dan nilai-nilai luhur lainnya?
Kebencian akan beberapa Oknum berbuah paradigma negatif terhadap Satu Institusi. Ada yg meluapkan semburan kebencian, namun ada yg tetap mempertahankan sepucuk kepercayaan. Terbentuklah Blok-blok. Blok keyakinan, Meyakini kebenaran seutuhnya hanya ada di Satu Pihak, Meyakini dengan buta.
Racun Bangsa ini terletak pada Sepiring Intoleransi, dengan beberapa sendok propaganda. Kalau dipadukan maka munculah kontrakdiksi, Rusaklah Kesatuan hanya karena perbedaan. Ditertawakanlah bangsa ini oleh Bangsa Asing. Lalu Mengapa perbedaan menjadi suatu permasalahan bila ada Pancasila dan UUD 45 yg dapat mempersatukan kita? Mungkin keduanya hanya menjadi simbol negara yg harus kita pelajari di Bangku Sekolah. Harusnya, ditengah kehadiran keduanya membuahkan Implementasi yg ditunaikan setelahnya, Karena ada keterikatan emosional dari Keduanya untuk senantiasa menjaga keutuhan NKRI.
Sudah tidak relevan lagi bila kita habiskan banyak Waktu, Tenaga dan Pikiran untuk Bersilat lidah, memainkan propaganda, menebar kebencian, karena Bangsa tidak membutuhkan, yg dibutuhkan adalah Aksi nyata. Aksi yg menerangkan bangsa dari kegelapan peradaban.
Jangan cuma Interupsi, Tapi juga Aksi!.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siasat Reformasi Sistem Pendidikan Berkarakter.

Selamat Datang Senja.

Sertakan kesabaran dalam kondisi apapun.