Postingan

Demokrasi untuk siapa?

Dalam mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan atau Pancasila, tentu kita tidak asing dengan Trias Politika, dimana ada 3 lembaga negara yang memiliki tupoksinya masing-masing, Yakni Eksekutif sebagai pelaksana Undang-undang, Legislatif sebagai Pembuat Undang-undang dan Yudikatif sebagai Pengawas Pelaksana Undang-undang. Ketiganya tergabung dalam unsur-unsur demokrasi. Diluar dari ketiga lembaga tersebut, ada Pers yang juga terlibat sebagai alat kontrol sosial. Demokrasi adalah tentang persamaan hak, demokrasi adalah tentang kesepakatan bersama, demokrasi adalah tentang sebuah sistem tata kenegaraan. Maka dengan demikian, bersama demokrasi, diharapkan rakyat dapat menikmati negara yang adil dan makmur. Bercermin pada pelaksanaan demokrasi bangsa saat ini, dirasa sangat jauh dari harapan. Rakyat sebagai pemegang kekuasaan, diselewengkan menjadi Rakyat istimewa sebagai pemegang kekuasaan. Kondisi tersebut merupakan dampak dari adanya ketidakadilan dalam proses penegakan hukum, hukum sepe...

Temukan Aku Dalam Istana Tersembunyi

Ya Allah, Maafkan Hamba... Hamba telah menjadi penyebab banyak orang yang menangis karena kelaparan. Hamba telah menjadi penyebab banyak orang yang sadis melakukan tindakan kriminal. Hamba telah menjadi penyebab banyak orang yang terhimpit kemiskinan. Hamba telah menjadi penyebab banyak orang menjadi sulit tersenyum. Hamba telah menjadi penyebab banyak orang hilang harapan, harapan pada masa depannya. Hamba telah menjadi akibat, akibat dari tak kuasanya hamba menolak bisikan setan yang terkutuk. Hamba sangat menyesal. Karena pada masa kejayaan dalam berkarir, bukannya perbanyak bersyukur, tetapi hamba terobsesi pada keserakahan. Hamba tidak pernah berpikir dua kali, bahkan hati Hamba telah mati. Kau sudah memberikan teguran lewat hukuman, tetapi Hamba permainkan. Hamba hanya ingin senang dalam kondisi apapun. Maafkan Hamba, yang telah menyulap ruangan kecil berjeruji besi menjadi Sebuah Istana kecil. Setidaknya, Hancurnya karir tidak merusak obsesi untuk senantiasa berbuat ...

Siasat Reformasi Sistem Pendidikan Berkarakter.

Cba kita tengok dengan seksama, Bangsa ini semakin hari semakin kehilangan identitasnya sendiri. Bahkan Tanda-tanda kecilnya sudah terlihat bukan? Coba sebutkan berapa banyak Perusahaan Besar di Indonesia yang dikuasai oleh asing? Seberapa besar pelibatan Jual Beli Investor Asing di perdagangan dalam negeri? Hingga menyentuh tatanan pemerintahan, Sudah seberapa besar pengaruh mereka dalam setiap kebijakan yg diambil pemerintah?. Ya, dengan terstruktur dan sistematis, Strategi Eksploitasi di Negeri Surga Sumber Daya Alam ini semakin terasa hingga ke lini yang paling bawah. Bukan lagi hal yg aneh, Bangsa Indonesia menjadi budak di negeri sendiri, tidak lebih dan kurang seperti pelayan kepuasan untuk cukong-cukong. Apa akar masalahnya? Ya, Kegelisahan akan esensi pendidikan yg sudah minim nilai-nilai luhur. Pendidikan bukan sekedar proses peralihan dari manusia yg kurang terdidik menjadi terdidik atau lebih terdidik. Pendidikan merupakan kunci dari segala kebobrokan bangsa hari ini. Ke...

Selamat Datang Senja.

Izinkanku bercerita sejenak sebelum langit menjemputmu pulang. Katakan padaku, Mana yg lebih baik, meninggalkan kata-kata yg telah digenggam namun menuai kenyamanan sesaat atau mempertahankan kata-kata meskipun ada derai luka? Apakah ada yg lebih baik dari kebenaran walaupun hanya sekecil biji zarah? Lantas jika memang sebuah goresan hitam muncul di hamparan kertas putih yg luas dapat membuahkan polemik tak berkesudahan. Maka dimana letak nurani dan akal sehat tatkala proses bersaksi perjuangan keras yg tak kenal kata lelah?. Aku sesungguhnya hanya ingin memelihara hal-hal yg murni dalam hidup. Bahwa berbicara apa adanya menjadi kewajiban. Bahwa bertindak dengan keikhlasan dan penuh kehatian adalah perisai dalam menanungi kerasnya gejolak hidup. Bahkan kita perlu menohok, seberapa besar peran ilmu dan pengalaman dalam beberapa situasi. Kenapa kebenaran memilih diam di saat kebathilan berbicara lalu terlambat berbicara di saat kebathilan telah bekerja? Karena kebenaran tak perna...

Sertakan kesabaran dalam kondisi apapun.

Buya Hamka yg pernah mengalami masa-masa sulit dalam penjara tidak menaruh dendam dalam hatinya. Beliau mengenyam pahitnya hidup dengan pendidikan kesabaran, pendidikan yg ditempuhnya selama bertahun-tahun. Bahkan, orang yg berpengaruh dalam skenario licik memenjarakan beliau, meminta agar beliau menjadi imam sholat jenazah ketika meninggal. Menandakan kesabaran beliau memang mantap dan kuat. Dari sejarah emas ini kita memperoleh satu hasil kesimpulan bahwa sabar posisinya istimewa bagi siapapun dan untuk kondisi apapun. Sabar merupakan aksi nyata dari suatu kondisi sulit kemudian dialihkan menjadi kondisi mudah. Dimana kita mensinergikan alam pikiran dan ruang hati agar berirama positif. Mencoba menstimulusnya dengan asumsi,  semua akan baik-baik saja, meskipun ada pengorbanan dalam pahitnya proses. Tindakan kita pun berbeda dari rasionalitas pada umumnya. Ketika keadaan terusik lantaran gangguan dari matinya hati nurani, maka nafsu yg ingin dicurahkan bukan lagi amarah atau t...

Prinsip teguh tapi cair.

Hak kebebasan berpendapat, berkumpul dan berserikat dilindungi negara. Maka, Semua orang berhak mengutarakan pandangannya terhadap hal apapun. Selagi memang ada landasan yg jelas, juga perlu penguatan akan suatu kebenaran. Produktifitas sebuah pergerakan tidak hanya sampai pada kreatifitas dalam sebuah penjabaran konsep. Kita perlu memperhatikan semangat bersatu dalam keberagaman dan meruntuhkan segala macam bentuk diskriminasi. Apapun bentuknya, kita sepakat bahwa tidak ada tempat untuk diskriminasi. Luar biasa dampaknya dalam memecahkan persatuan dan menggoyang integritas. Dalam memaknai safari politik, sudut pojok ideologi menentukan dalam mengoper dan memenangkan momentum. Jangan biarkan perilaku yg pasif, tidak open mind dan eksklusif. Kita memang memiliki satu pemahaman yg utuh dan komprehensif. Namun, berikan jalan untuk membuka celah pada pemahaman lain datang, bersilaturahmi dan berdiskusi memanjakan pikiran menjadi cair. Membangun suatu kepercayaan yg baik dan transparan....

Tanpa Beban.

Dalam hela nafas, beban beban jenuh, menjelma menjadi bebatuan. Terhempas dan terjamah oleh arus kebahagiaan. Mereka terjerumus dalam derasnya lembah keharmonisan. Elegi malam hari memang sempurna, diiringi melodi sinar bulan yg sederhana nan syahdu. Bila duka masih mengelilingimu dengan pilu maka biarkan pelukan dari si jubah hitam menampung segala kekhawatiran, menebar ketenangan sebentar. Semoga doaku tersampaikan. Memposisikan diri sebagai petani dalam kunjungan ke ladang manapun, berupaya menanam bibit unggul, mengganti kerusakan dengan harapan baru, hasilnya biar orang lain yg merasakan. Haru dan bangga cukup dimiliki. Kebahagiaan tidak pernah datang dengan kebetulan, Ia memang dirancang. Aroma embun yg menyegarkan mata, memupuk jiwa memantapkan hati untuk berpetualang. Lalu, cerita mana lagi yang harus ku tulis? Antusias selalu hadir dalam diri. Kompilasi kenangan-kenangan berdalih menjadi sebuah buku cerita yg purna rasa dan kaya akan pengetahuan.