Menemukan makna cinta dari sosok senja.
Pagi menjadi mesra tatkala butiran embun jatuh kepelukan dedaunan. Siang menjadi gairah tatkala terik sinar matahari menghangatkan tubuh bumi. Sedangkan Malam, Ia menjadi candu tatkala bulan bersama bintang menjadi ornamen indah dalam rangkulan erat awan hitam.
Bagaimana dengan senja? Senja rupanya malu-malu menampakkan dirinya, padahal jutaan manusia menantinya sejak pagi, ah bahkan kerap kali pagi dan siang tidak dipedulikan.
Tampilah Senja dengan malu, ia meliak liuk menari dibawah pijakan awan, cahaya jingganya memantulkan keteguhan hati, Menghibur bumi yang tak pernah lelah bekerja melayani manusia. Menghibur manusia yang senantiasa berusaha bertahan hidup. Terselip doa-doa atas wujud syukur yang termaktub mengetuk pintu langit.
Senja yang sudah ditunggu sejak lama hanya memberikan pertemuan singkat dengan balutan senyum manisnya yang mengundang decak kagum ucapkan pamit dengan lembut mempersilahkan malam hadir, lagi-lagi bumi dan manusia harus dibuat rindu akan pesonanya, kembali menanti. Reputasi senja memang sudah diakui keindahannya sebagai pertanda harmonisnya alam. Para Pujangga pun merasa sulit untuk merangkai kata-kata mendeskripsikannya.
Pesona senja serupa dengan cinta, bagi manusia-manusia baik yang senantiasa menjaganya, Maka Cinta akan menerangkan keindahan hakiki tentang alam semesta yang punya cerita awal dan akhir secara lengkap.
Bagaimana dengan senja? Senja rupanya malu-malu menampakkan dirinya, padahal jutaan manusia menantinya sejak pagi, ah bahkan kerap kali pagi dan siang tidak dipedulikan.
Tampilah Senja dengan malu, ia meliak liuk menari dibawah pijakan awan, cahaya jingganya memantulkan keteguhan hati, Menghibur bumi yang tak pernah lelah bekerja melayani manusia. Menghibur manusia yang senantiasa berusaha bertahan hidup. Terselip doa-doa atas wujud syukur yang termaktub mengetuk pintu langit.
Senja yang sudah ditunggu sejak lama hanya memberikan pertemuan singkat dengan balutan senyum manisnya yang mengundang decak kagum ucapkan pamit dengan lembut mempersilahkan malam hadir, lagi-lagi bumi dan manusia harus dibuat rindu akan pesonanya, kembali menanti. Reputasi senja memang sudah diakui keindahannya sebagai pertanda harmonisnya alam. Para Pujangga pun merasa sulit untuk merangkai kata-kata mendeskripsikannya.
Pesona senja serupa dengan cinta, bagi manusia-manusia baik yang senantiasa menjaganya, Maka Cinta akan menerangkan keindahan hakiki tentang alam semesta yang punya cerita awal dan akhir secara lengkap.
Komentar
Posting Komentar