Siasat Reformasi Sistem Pendidikan Berkarakter.

Cba kita tengok dengan seksama, Bangsa ini semakin hari semakin kehilangan identitasnya sendiri. Bahkan Tanda-tanda kecilnya sudah terlihat bukan? Coba sebutkan berapa banyak Perusahaan Besar di Indonesia yang dikuasai oleh asing? Seberapa besar pelibatan Jual Beli Investor Asing di perdagangan dalam negeri? Hingga menyentuh tatanan pemerintahan, Sudah seberapa besar pengaruh mereka dalam setiap kebijakan yg diambil pemerintah?. Ya, dengan terstruktur dan sistematis, Strategi Eksploitasi di Negeri Surga Sumber Daya Alam ini semakin terasa hingga ke lini yang paling bawah. Bukan lagi hal yg aneh, Bangsa Indonesia menjadi budak di negeri sendiri, tidak lebih dan kurang seperti pelayan kepuasan untuk cukong-cukong. Apa akar masalahnya? Ya, Kegelisahan akan esensi pendidikan yg sudah minim nilai-nilai luhur.


Pendidikan bukan sekedar proses peralihan dari manusia yg kurang terdidik menjadi terdidik atau lebih terdidik. Pendidikan merupakan kunci dari segala kebobrokan bangsa hari ini. Ketika Pendidikan tidak lagi memiliki esensi, maka masa depan bangsa akan mudah terenggut oleh bangsa lain.
Sejauh ini, Siswa dan Mahasiswa hanya disibukkan dengan diri sendiri, bagaimana memperoleh nilai tinggi, bagaimana mencapai kepuasan hawa nafsu, bagaimana menjangkau pergaulan yg sebebas-bebasnya. Proses Belajar pun hanya dibatasi oleh satu ruang kelas dengan berisikan teori-teori klasik yg kurang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan jaman. Setelah LULUS hanya menjadi manusia kaya akan teori?. Seolah-olah sistem pendidikan mempengaruhi kita untuk berebut lapangan kerja bukan membuat lapangan kerja.
Diiringi dengan entitas perkembangan budaya dan teknologi yg begitu liberal, Manusia perlahan tersihirkan oleh Berhala-berhala modern, Tak ada lagi kasualitas dalam komunikasi dan berhubungan sosial. Dimana peran pendidikan untuk mengcounter serangan westernisasi yg sudah ditelan mentah-mentah oleh anak-anak muda?. Kompleks bukan?

Kita juga semakin mengikis pembahasan mengenai apa akar masalah bangsa ini dan bagaimana resolusinya. Karena egosentris dari setiap individu begitu dominan.


Bicara pendidikan, maka kita perlu mengkaji dan menganalisa secara mendalam dari sektor hulu ke hilirnya, dimana pendidikan haruslah dipondasikan dengan Dasar dan Simbol negara. Bahwa Pendidikan tidak hanya difokuskan untuk mencetak manusia yg intelektual namun juga menyentuh etos kerja dan budi luhur. Siswa dan Mahasiswa bergerak secara nyata di dalam lingkungan dengan penguasaan teori yg komprehensif. Mulai dari menciptakan Suasana Kelas yg dinamis dan membangun peradaban pancasilais di lingkungan masyarakat secara menyeluruh.


Indonesia tidak kekurangan orang-orang pintar, tapi kekurangan orang-orang yg punya etos kerja dan budi luhur tinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip teguh tapi cair.

Tanpa Beban.