Demokrasi untuk siapa?
Dalam mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan atau Pancasila, tentu kita tidak asing dengan Trias Politika, dimana ada 3 lembaga negara yang memiliki tupoksinya masing-masing, Yakni Eksekutif sebagai pelaksana Undang-undang, Legislatif sebagai Pembuat Undang-undang dan Yudikatif sebagai Pengawas Pelaksana Undang-undang. Ketiganya tergabung dalam unsur-unsur demokrasi. Diluar dari ketiga lembaga tersebut, ada Pers yang juga terlibat sebagai alat kontrol sosial.
Demokrasi adalah tentang persamaan hak, demokrasi adalah tentang kesepakatan bersama, demokrasi adalah tentang sebuah sistem tata kenegaraan. Maka dengan demikian, bersama demokrasi, diharapkan rakyat dapat menikmati negara yang adil dan makmur.
Bercermin pada pelaksanaan demokrasi bangsa saat ini, dirasa sangat jauh dari harapan. Rakyat sebagai pemegang kekuasaan, diselewengkan menjadi Rakyat istimewa sebagai pemegang kekuasaan. Kondisi tersebut merupakan dampak dari adanya ketidakadilan dalam proses penegakan hukum, hukum seperti tajam kebawah namun tumpul keatas, bahkan hukum terbilang mudah dibeli bagi Rakyat-rakyat yang diistimewakan. Belum lagi, Terenggutnya hak rakyat untuk memperoleh kesejahteraan, lantaran budaya korupsi yang semakin tinggi dalam roda pemerintahan. Suap menyuap, Pencucian uang bahkan penggelapan pajak sudah dilakukan dengan berjamaah dan tersistematis. Adapun dalam pelaksanaan legislasi, aspirasi dari rakyat masih sulit diakomodir sehingga representasi wakil rakyat di daerah pemilihannya dinilai buruk. Tentu, Rakyat-rakyat biasa yang menjadi korban, harus menerima kondisi sulit untuk bertahan hidup.
Kekacauan juga terjadi dalam teknis menjalankan tugas dari Ketiga Lembaga negara tertinggi, Masih terdapat intervensi dari eksekutif dalam proses pembentukan UU hingga penentuan anggaran yang menjadi tugas Legislatif. Masih terdapat intervensi dari Legislatif dan Eksekutif dalam pemilihan Ketua dari Lembaga-lembaga Yudikatif. Masing-masing lembaga belum menjalankan tupoksi dengan independen dan leluasa. Kejadian serupa juga dialami oleh Pers, Pers yang memiliki kelenturan dalam bergerak, masih saja mendapatkan intervensi dari Eksekutif maupun legislatif guna membuat citra positif kedua lembaga negara tersebut.
Maka, patut dipertanyakan, Demokrasi untuk siapa?
Demokrasi adalah tentang persamaan hak, demokrasi adalah tentang kesepakatan bersama, demokrasi adalah tentang sebuah sistem tata kenegaraan. Maka dengan demikian, bersama demokrasi, diharapkan rakyat dapat menikmati negara yang adil dan makmur.
Bercermin pada pelaksanaan demokrasi bangsa saat ini, dirasa sangat jauh dari harapan. Rakyat sebagai pemegang kekuasaan, diselewengkan menjadi Rakyat istimewa sebagai pemegang kekuasaan. Kondisi tersebut merupakan dampak dari adanya ketidakadilan dalam proses penegakan hukum, hukum seperti tajam kebawah namun tumpul keatas, bahkan hukum terbilang mudah dibeli bagi Rakyat-rakyat yang diistimewakan. Belum lagi, Terenggutnya hak rakyat untuk memperoleh kesejahteraan, lantaran budaya korupsi yang semakin tinggi dalam roda pemerintahan. Suap menyuap, Pencucian uang bahkan penggelapan pajak sudah dilakukan dengan berjamaah dan tersistematis. Adapun dalam pelaksanaan legislasi, aspirasi dari rakyat masih sulit diakomodir sehingga representasi wakil rakyat di daerah pemilihannya dinilai buruk. Tentu, Rakyat-rakyat biasa yang menjadi korban, harus menerima kondisi sulit untuk bertahan hidup.
Kekacauan juga terjadi dalam teknis menjalankan tugas dari Ketiga Lembaga negara tertinggi, Masih terdapat intervensi dari eksekutif dalam proses pembentukan UU hingga penentuan anggaran yang menjadi tugas Legislatif. Masih terdapat intervensi dari Legislatif dan Eksekutif dalam pemilihan Ketua dari Lembaga-lembaga Yudikatif. Masing-masing lembaga belum menjalankan tupoksi dengan independen dan leluasa. Kejadian serupa juga dialami oleh Pers, Pers yang memiliki kelenturan dalam bergerak, masih saja mendapatkan intervensi dari Eksekutif maupun legislatif guna membuat citra positif kedua lembaga negara tersebut.
Maka, patut dipertanyakan, Demokrasi untuk siapa?
Komentar
Posting Komentar